Selasa, 08 Maret 2011

Teknik Dongeng Media Penyampai Pesan Moral

Saat kita mendongeng, pasti ada pesan moral yang ingin kita sampaikan kepada anak-anak, karena dengan media dongeng ini pesan moral yang kita sampaikan lebih didengarkan oleh anak-anak.

media penyampai pesan moral

Secara prinsip, saat anak-anak senang mendengarkan ceritanya, maka secara otomatis pesan-pesan moral yang kita selipkan akan didengarkan anak dengan senang hati pula.

Begitu pula kebalikannya, bila anak-anak tidak senang mendengarkan cerita kita, maka secara otomatis pula cerita tidak didengar (main sendiri, berbicara sendiri, ribut dan lain-lain) sehingga semua pesan moral kita tidaka akan sampai ke anak-anak.

Beberapa teknik memberikan muatan/pesan moral pada dongeng kita :

1. Pesan moral cukup diselipkan dalam dongeng yang kita bawakan, bisa di awal cerita, ditengah cerita atau di akhir cerita

2. Dongeng yang kita bawakan memang sudah bernafaskan nilai-nilai keagamaan misalnya kisah Nabi/Rasul, kisah sahabat nabi dan sebagainya

3. Pesan moral itu kita tonjolkan melalui dialog para tokoh dalam cerita (usahakan dialog yang kita bawakan benar-benar hidup dengan membedakan suara karakter tokoh yang ada, juga intonasi yang baik)

4. Pesan moral dalam bentuk kesimpulan yang kita ambil sendiri.

5. Pesan moral dapat diambil dengan mengajak anak-anak menyimpulkan nilai-nilai / pesan moral apa saja dari dongeng yang telah selesai kita bawakan.

Dari beberapa teknik diatas, kita tinggal memilih yang kita sesuaikan dengan situasi dan kondisinya.

Ok…semoga bermanfaat…..

Senin, 07 Maret 2011

Manusia Memerlukan Cerita

Suatu pertanyaan : benarkah kita manusia memerlukan cerita? mari kita coba bahas bersama.

Menurut Prof. Riris K. Toha-Sarumpaet, M.Sc., Ph.D dalam sebuah seminar, Cerita adalah bagian dari hidup. setiap orang adalah bagian dari sebuah cerita. Kelahiran, pekerjaan, perjumpaan, usaha, ketegangan, penyakit, perkawinan, dan lain-lain adalah sebuah rentetan kejadian dan kisaha kemanusiaan yang amat menarik.

Bahkan cerita adalah narasi pribadi setiap orang, dan setiap orang suka menjadi bagian dari satu peristiwa, bagian dari satu cerita, dan menjadi bagian dari sebuah cerita adalah hakikat cerita.

Otak manusia juga disebut sebagai alat narasi yang bergerak dalam dunia cerita. Semua dapat mengingat dan mengenal mengenal dunia adalah karena keadaan cerita itu. Kalau semua pengetahuan itu tidak disimpan dalam bentuk cerita, tak akan bisa diingat. Itulah sebabnya segala yang disimpan dalam bentuk cerita jauh lebih bermanfaat dan bermakna daripada segala yang dijejalkan ke dalam otak hanya dalam bentuk fakta-fakta atau sekuen-sekuen yang sama sekali sulit dicari antar hubungannya.

Semua manusia memerlukan cerita. Demikian juga anak-anak, dan itu pula sebabnya anak-anak senang mendapatkan cerrita. Karena anak-anak langsung merasakan sebagai bagian dari cerita, dan percaya bahwa pencerita itu sangat peduli dan mencintainya. Dalam sesi cerita anak-anak merasakan kehangatan dan kebersamaan. Rasa haus pada cerita, mendengarkannya dan menjadi bagian darinya, juga tampil dalam kehidupan keseharian anak yang pada gilirannya suka menciptakan cerita. Anak-anak sangat mencintai cerita hingga sangat gemar membuat cerita, untuk dibagi dan sekaligus memastikan kebersamaannya dengan orang lain. (Dr. Subyantoro, M.Hum, 2007)

Itulah luar biasanya cerita yang tidak dapat lepas dari kehidupan manusia.

Sabtu, 22 Januari 2011

SILATURRAHIM PARA PENDONGENG (1)

Saat aku membuka facebook, ternyata ada pesan yang masuk melalui Kak Awam. Setelah kubaca berisi undangan dari Raja dongeng Indonesia Kak Kusumo. Tidak beberapa lama, muncul komentar dari teman-teman pendongeng lain yang siap untuk datang pada acara tersebut. saya masih menunggu info-info dari pendongeng lain sebelum aku memutuskan untuk menghadiri acara tersebut. Ini dikarenakan jarak antara Semarang-Jakarta yang cukup jauh.

Ada sesuatu yang menggelitik dalam diriku. Ada sebuah pertanyaa: "Kak Kus kan pendongeng, masak tidak mau datang?".

aku mulai berpikir membetulkan suara hatiku. Setelah agak beberapa lama, aku mengambil keputusan untuk berangkat ke Jakarta. Aku berdiskusi dengan anak dan istri, akhirnya keesokan hari aku mulai mencari tiket kereta api. Sebelum membeli tiket, sempat kontak dengan Kak Hendra untuk membantu menjemputku saat sampai Jakarta. Setelah mendapatkan kepastiannya, aku mulai menuju stasiun kereta api. Disana sudah berjajar orang yang antri mau beli karcis padahal loket dibuka 2 jam lagi. Tapi mereka tetep mau antri dengan harapan mendapatkan karcis meskipun harus menunggu lama. Akhirnya akupun ikut antri dengan alasan yang sama. Setelah 2 jam loket dibuka, mulailah ular antrian berjalan dan akupun dapat tiket untuk ke Jakarta. Dalam hatiku berkata Tunggulah aku Jakarta ...aku akan ke tempatmu........BERSAMBUNG............

Kamis, 28 Oktober 2010

Telkom Gelar Seminar Nasional Internet Sehat

SEMARANG - PT Telekomunikasi Indonesia, Tbk (Telkom) bekerja sama dengan Dinas Pendidikan Kota Semarang menggelar Seminar Nasional Internet Sehat dan Aman (Insan) sehari (9/10) melalui ajang Telkom Edufair 2010 di Aula lantai 8 Gedung Telkom, Jalan Pahlawan No. 10 Semarang. Kegiatan ini diikuti komunitas pendidikan, guru dan orang tua murid se-Kota Semarang, dengan tema 'Internet pada Anak, Dampak Strategi dan Perlindungannya'.

Pada kesempatan ini hadir para pakar yang mengulas tentang Internet Sehat diantaranya Christine Wibhowo SPsi Msi, Ridwan Sanjaya ( Penulis Buku Best Seller, Akademisi dan Praktisi IT) serta Arief Mustain, VP Product Management Telkom.

Operational Vice President (OVP) Teni Agustini didampingi Operational Senior Manager (OSM) Susatyo mengatakan, kegiatan Telkom Edufair ini merupakan wahana yang tepat untuk memperkenalkan internet sehat dan aman sedini mungkin kepada anak-anak.

”Sebagai BUMN yang menyediakan akses internet terbesar dan terluas di Indonesia, Telkom berkewajiban untuk mensosialisasikan penggunaan internet untuk kegiatan-kegiatan yang positif dan produktif,” jelasnya.

Teni Agustini mengatakan kehadiran internet membawa banyak manfaat bagi pemakainya, baik masyarakat perkotaan bahkan di pedesaan sudah menjadi bagian dari gaya hidup. Meskipun banyak yang kuatir tentang dampak negatifnya, seperti masuknya informasi budaya tak sesuai dengan budaya Indonesia, norma hukum dan agama terutama bagi anak-anak dan remaja, tak dapat dipungkiri internet juga banyak memberikan manfaat yang sangat besar bagi perkembangan dunia pendidikan.

Oleh sebab itu Telkom telah meluncurkan DNS (Domain Name System) Nawala. DNS Nawala merupakan sistem penyaring dalam penggunaan internet di seluruh Indonesia.

”Program DNS Nawala adalah program non-komersil. Telkom dalam hal ini bekerjasama dengan Asosiasi Warnet Indonesia (Awari). DNS tersebut bisa digunakan secara gratis oleh pengguna internet seluruh Indonesia. Perlindungan pengguna, terutama anak-anak menjadi perhatian utama Telkom dalam penyediaan DNS Nawala," jelas Teni.

Secara spesifik DNS Nawala akan mengurangi konten negatif yang tidak sesuai dengan peraturan perundangan, nilai agama, norma sosial, adat istiadat dan kesusilaan bangsa Indonesia.

"Seperti pornografi dan perjudian,” tambah Teguh Prasetyo. Ia menjelaskan, selain itu, DNS Nawala juga akan memblokir situs internet yang mengandung konten berbahaya seperti malware, situs phising (penyesatan) dan sejenisnya. “Telkom berharap dengan adanya DNS Nawala, internet dapat menjadi sarana yang lebih aman dan nyaman, agar masyarakat dapat memanfaatkannya secara optimal,” imbuhnya.

Dalam kesempatan tersebut, Regional Marketing Manager Lementina menyampaikan, konsep yang diusung dalam Telkom Edufair 2010 berbeda dengan program edufair yang diselenggarakan oleh pihak lain, dimana biasanya edufair itu hanya sebatas pada pameran buku, seminar, atau wahana untuk memberikan beasiswa sekolah. Konsep yang diusung Telkom Edufair 2010 adalah melibatkan seluruh elemen dalam dunia pendidikan, seperti sekolah, guru, siswa, orang tua siswa.

Hal yang cukup menarik dalam acara Telkom Edufair 2010, dimeriahkan lomba mewarnai untuk anak-anak TK dan SD kelas 1 – 2 , Lomba Cosplay Photo Contest with Speedy bagi siswa SMP- SMA serta Umum, Mendongeng bersama Kak Kus (Raja dongeng Semarang) dan Music Performance.

Dalam kegiatan ini, Telkom membuka open desk menawarkan SpeedyTV untuk pelanggan baru dengan harga mulai dari Rp 195 ribu per bulan, diskon 50 persen biaya instalasi, Pasang Baru Speedy Socialia, Gratis YesTV paket Hit Entertainments atau Hit Sport dengan bonus all channels selama 1 bulan. Selain itu, ada pula Bundling SpeedyTV untuk pelanggan existing mendapatkan gratis berlangganan YesTV selama 3 bulan. (*)

Senin, 04 Oktober 2010

Guru Tak Bisa Mendongeng ibarat Tubuh Tanpa Kepala

JIKA tak bisa mendongeng, janganlah jadi guru. Pernyataan itu memang tidak menjadi syarat yang diwajibkan secara formal bagi mereka yang ingin menjadi pengajar. Namun guru yang ingin serius menjadi pendidik ternyata juga harus bisa jadi pendongeng yang baik.

Pentingnya mendongeng dalam proses pendidikan terungkap dalam Seminar dan Pelatihan Metodologi Dongeng yang digelar Ikatan Guru RA/BA (Ikraba) Kabupaten Pekalongan di Masjid An Nur Islamic Centre Kedungwuni, Pekalongan, belum lama ini.

Metode yang paling tepat dan efektif untuk mendidik anak, menurut penuturan Ir Kusyanto, pengajar dari Kerajaan Dongeng Semarang, dengan mendongeng. Sebab, sebuah dongeng atau cerita bisa merangkum berbagai fungsi yaitu sebagai penyampai pesan dan nilai, penambah pengetahuan dan pengalaman batin, serta membantu proses identifikasi diri dan perbuatan anak.

Selain itu, dongeng juga mempunyai fungsi hiburan, mendidik emosi, imajinasi, dan kreativitas, serta menambah kemampuan berbahasa, dan kosa kata anak didik. ''Jadi, guru sebenarnya wajib bisa bercerita. Seorang guru yang tak bisa mendongeng ibarat tubuh tanpa kepala,'' tandasnya.

Dengan menguasai teknik mendongeng yang baik, berarti seorang guru berkesempatan menggali potensi kecerdasan anak, baik kecerdasan intelegensi, emosi sosial, maupun spiritual.

Lewat dongeng seorang guru bisa mengaduk-aduk rasa ingin tahu anak melalui berbagai jenis cerita, seperti cerita tentang hewan atau fabel dan tentang kemanusiaan serta benda-benda di sekitarnya. Lewat dongeng, guru juga bisa menyihir anak untuk selalu ingat berbagai nilai dan pengetahuan yang diselipkan dalam sebuah cerita.

Namun, dongeng hanya bisa membekas dalam pikiran anak jika dibawakan dengan teknik yang baik. ''Guru harus memahami teknik dan unsur cerita seperti narasi, dialog, ekspresi, visualisasi, musik, dan cerita,'' jelasnya.

Jika sejak duduk di TK/RA/BA, anak-anak sudah disuguhi pendidikan yang dibalut teknik mendongeng yang baik, sejak dini potensi anak bisa digali. Adapun penggalian potensi anak sejak dini adalah modal yang bagus untuk mengarahkan hidup anak sesuai dengan bakat dan kecerdasannya.

Deteksi Sejak Dini

Dra Retno Anggraeni MSi, pembicara yang lain mengungkapkan pentingnya pendeteksian potensi anak sejak dini. Di hadapan kurang lebih 350 guru yang mengikuti seminar, staf pengajar Unnes Semarang itu mengusulkan orang tua dan guru dapat bekerja sama dengan baik dalam mengembangkan kemampuan anak. ''Orang tua dan guru perlu menguasai cara untuk melakukan deteksi dini secara praktis. Hasil deteksi dini inilah yang nanti dapat mengarahkan perkembangan anak secara wajar sesuai dengan kebutuhan anak,'' tegasnya.

Karena itu, beberapa pertanyaan mendasar harus menjadi renungan bagi para orang tua dan guru. Antara lain tentang definisi kecerdasan, apakah kecerdasan berarti menjadi anak yang penurut dan mendapat nilai bagus atau untuk meperjuangkan kebenaran? Lalu untuk siapa kecerdasan anak, apakah untuk kemandirian hidup si anak atau kepuasan orang tua?

Pertanyaan-pertanyaan tersebut, kata Retno, harus direnungkan dan dirumuskan lebih dulu oleh para orang tua dan guru sebelum melakukan proses pengajaran dan pendeteksian potensi anak.

Sebab, pendeteksian potensi anak diharapkan dapat menghasilkan analisis yang lengkap dari berbagai aspek, baik kecerdasan otak, emosi, sosial, maupun religius. Maka, definisi tentang kecerdasan dan tujuan hidup anak harus dapat mencakup berbagai aspek tersebut.

Pentingnya berbagai teknik pengajaran termasuk dongeng, diakui memang dapat memberikan pengaruh positif bagi anak.

Wakil Bupati Pekalongan yang juga praktisi pendidikan, Dra Hj Siti Qomariyah, mengharapkan setelah mengikuti seminar para guru dapat menyelipkan pesan kepada anak-anak sejak dini agar selalu bisa membina kerukunan antarumat beragama. (Muhammad Burhan-74s)

Sumber : http://www.suaramerdeka.com/